Peraturan offside permainan sepakbola

Aturan offside sudah dikenal sejak tahun 1800-an, aturan ini mengadopsi aturan olahraga rugby pada saat itu dengan pemikiran yang sama yaitu melarang pemain hanya berdiam diri menunggu
umpan di depan gawang.


Sheffield adalah klub sepakbola pertama yang mengenalkan aturan ini pada tahun 1857. Sejak awal dikenalkan, aturan offside sudah jauh berubah dan berkembang hingga sekarang.

Awalnya aturan offside dibuat oleh para mahasiswa Cambridge (Cambridge Rules) yang dikenal dengan istilah “tiga pemain belakang, artinya pemain dinyatakan offside apabila berada lebih dekat dari gawang dibanding tiga pemain lawan. Aturan ini jelas memunculkan situasi offside yang begitu sering terjadi.

FIFA kemudian merevisi aturan “tiga pemain belakang” tersebut menjadi “dua pemain belakang” pada tahun 1925. Revisi aturan ini memunculkan permainan yang lebih menarik, tidak ada pemain yang hanya menunggu di depan gawang, namun masih memungkinkan terciptanya banyak gol. Aturan ini dipakai hingga sekarang meski masih terus beradaptasi dan memungkinkan untuk terus berkembang.

Dalam “Aturan Permainan FIFA” (FIFA Laws of the Game) terbaru, pemain dianggap berada dalam posisi offside apabila pemain tersebut lebih dekat ke garis gawang lawan daripada bola dan dibelakang pemain lawan terakhir ke dua yang berada di depan gawangnya. Namun aturan ini tidak berlaku apabila pemain masih berada dalam wilayah permainan sendiri (separuh lapangan permainan).

Seorang pemain yang berada pada posisi offside akan dikenakan sanksi (tendangan bebas tidak langsung) jika bola sedang dimainkan rekan setimnya dan menurut pendapat wasit dia dalam kondisi aktif bermain yaitu mengganggu permainan, mengganggu lawan dan atau mendapatkan keuntungan dengan berada pada posisi tersebut.

Meskipun dalam kondisi aktif bermain seperti disebutkan diatas, sanksi terhadap pemain yang berada dalam posisi offside tidak dapat diberlakukan apabila pemain tersebut mendapatkan bola dari tendangan gawang, lemparan ke dalam maupun sepak pojok (tendangan sudut)